Monday, June 15, 2015

Penanda di Akhir Jalan Daendels

Monumen Anyer-Panarukan di Situbondo
Delapan belas beton bercat putih itu berdiri menjulang. Ukurannya tak seragam, terendah sekitar 5 meter dan tertinggi lebih dari 15 meter. Tepat di bagian tengah, terpahat tulisan besar: “1000 KM Anyer Panarukan”.

Jejak Portugis di Panarukan

Tugu Portugis di Situbondo
Tugu setinggi tiga kilometer itu tersembunyi di belakang rumah warga. Dikelilingi area pertanian padi yang menghijau subur. Orang kampung sekitar menamainya: Tugu Portugis.
Berbentuk lancip pada ujungnya, tugu ini memang dipercaya sebagai satu-satunya peninggalan Portugis di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Letaknya berada di sisi timur Sungai Sampeyan, Dusun Peleyan Barat, Desa Peleyan, Panarukan.

Terlantar di Ujung Pos

Perdagangan antarpulau di Pelabuhan Panarukan lama, Situbondo, Jatim

Petang sebentar lagi datang. Tetapi, kesibukan di Pelabuhan Panarukan lama, tak lantas berkurang. Hendrik, 30 tahun, misalnya, masih berkutat membongkar bak pikup yang berisi penuh dengan sembako. Dengan tenaga dua buruh angkut, sembako tersebut dipindahkan ke perahu layar motor “Berkah Sakti” yang sandar di ujung dermaga. “Ini pesanan enam orang dari Madura,” kata Hendrik, Senin sore 11 Mei 2015.