Saturday, March 28, 2015

Sego Tempong, Semoga Bukan Identitas Semu

Kuliner sejatinya bukan sekedar soal citarasa. Tak melulu soal meracik bumbu. Kuliner menampilkan sebuah identitas. Pakar Kebudayaan UI, Lily Tjahjandari pernah mengatakan, bahwa kuliner mengandung nilai, simbol, dan aturan. Bahkan lebih dalam lagi, kuliner menggambarkan latar belakang sosial, ekonomi, dan golongan masyarakat yang melahirkannya.

Demikian halnya dengan sego tempong, kuliner khas Banyuwangi ini. Sego tempong adalah identitas orang Banyuwangi itu sendiri. Kekuatan utama ada pada sambalnya yang ekstra pedas. Saking pedasnya, seolah-olah seperti menampar wajah si penikmatnya. Dari sinilah istilah "sego tempong" kemudian lahir. Tanpa cabai, tanpa rasa pedas, tentu bukan sego tempong namanya.