Friday, December 19, 2014

Menjelajahi Bawah Laut Selat Bali

Menjelajahi alam bawah laut Selat Bali yang terkenal berarus kuat itu ibarat menguji nyali. Apalagi dilakukan saat bulan Agustus, periode angin kencang yang mengundang gelombang tinggi. Tapi kemudian saya mengabaikan bayangan ngeri tentang Selat Bali. Bersama tujuh orang kawan, saya berhasrat menaklukannya juga pada Minggu 17 Agustus lalu.

Ada dua spot di Selat Bali yang kini dikembangkan sebagai wisata bawah laut, yakni di Desa Bansring, Kecamatan Wongsorejo dan Pulau Tabuhan. Kedua spot wisata yang baru populer tiga bulan lalu tersebut dikelola oleh Kelompok Nelayan Samudera Bakti.

Kisah Para Penyelamat Penyu

 Ali Ahmadi lari tergopoh-gopoh sejauh satu kilometer, setelah menerima telepon temannya yang mengabarkan ada seekor penyu mendarat. Padahal jam sudah menujukkan pukul 04.30, dan dia sudah bersiap-siap akan pulang ke rumah. Benar saja, setelah sampai di lokasi, induk penyu lekang (Lepidochelys olivacea) terlihat telah berjalan menuju pantai kembali. Di dekat sarang telur yang ditinggalkan, telah berdiri beberapa warga yang panasaran menyaksikan penyu bertelur.

Selepas hewan purba itu pergi, Ali tertawa. “Itu penyu kesiangan,” kata dia kepada warga yang hadir, Selasa, 24 Juni 2014, seperti yang diceritakannya pada Tempo. Padahal menurut Ali, paling akhir penyu biasanya bertelur pada pukul 03.00 dini hari. Kebetulannya lagi, sarang berisi 53 telur itu berjarak hanya 10 meter dari tempat penetasan yang dibuat oleh sebuah yayasan bernama Banyuwangi Sea Turtle Foundation.

Mendadak Pap Smear

Ratih Nur Cahyani keluar dari poli kulit dan kelamin dengan wajah sumringah. Dia langsung mendekati sahabatnya, Rudia Hartiningsih di ruang tunggu pasien. “Ternyata kamu bener, gak sakit. Prosesnya juga cepat,” kata Ratih sambil merapikan pakaiannya.

Bayangan Ratih tentang pap smear yang menakutkan dan sakit, akhirnya kandas. Rabu siang, 3 September, perempuan 46 tahun itu menerima ajakan sahabatnya untuk pap smear di Rumah Sakit Yasmin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ibu beranak tiga ini bersemangat setelah mengetahui layanan pap smear itu gratis bagi perempuan yang memegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).