Sunday, November 16, 2014

Wartawan Abal-abal vs Wartawan Profesional


Wartawan abal-abal adalah wartawan yang menggunakan profesinya untuk mengeruk keuntungan dari narasumbernya. Sebutan lain untuk wartawan abal-abal adalah wartawan bodrex. Mereka datang ke sebuah institusi atau perorangan kemudian meminta uang. Bila narasumber keberatan memberi, wartawan tersebut mengancam akan memberitakan kasus yang dituduhkannnya. Modus baru yang terjadi saat ini, wartawan abal-abal akan bekerja sama dengan LSM abal-abal pula. Jadi, bila narasumber menolak, si wartawan dan LSM akan mengancam melaporkan kasus itu ke aparat hukum.

Fenomena wartawan abal-abal bukan hal baru. Meski masalah usang, tapi jumlah wartawan abal-abal makin banyak dan meresahkan. Masyarakat terkadang bingung membedakan wartawan, karena wartawan abal-abal melengkapi dirinya dengan kartu pers bahkan memiliki media dan kantor.

Berebut Gunung Ijen

Supriyantoro dan Jumhar berboncengan menapaki tanjakan erek-erek di kaki Gunung Ijen dengan sepeda motor bebeknya. Mereka hanya berhenti merokok selama 30 menit, kemudian melanjutkan perjalanan kembali yang penuh tanjakan dan berkelok-kelok. "Dulu kalau lewat erek-erek, sepeda motor harus didorong sampai tiga kilometer," kata Supriyantoro, 49 tahun, warga Desa Srono, Banyuwangi, 12 November 2013.

Setiap dua hari sekali, Supriyantoro dan Jumhar menempuh jalur 42 kilometer menuju tempat kerjanya di Kabupaten Bondowoso, melewati jalur alternatif di kaki Gunung Ijen. Sebelum tahun 2012, erek-erek adalah tanjakan tertinggi hingga 30 meter dengan kemiringan tanah 70 derajat dan kelokannya mirip huruf "S". Hanya kendaraan berjenis offroad yang mampu menempuh tanjakan neraka itu dengan mulus.