Monday, June 2, 2014

Vaname Nusantara, Si Putih dari Situbondo

Jam tiga sore adalah saat penting bagi Sandy Afrianto. Dia menjalani rutinitas untuk mengawinkan ratusan pasang induk udang vaname yang berusia 6 bulan. Mula-mula, dari lima kolam berukuran 3,8 meter x 4,8 meter x 1,1 meter, dia mengambil masing-masing 45 ekor induk betina. Indukan betina itu kemudian dipindahkan ke lima kolam di depannya yang berisi 400an ekor induk jantan.

Pemuda 24 tahun itu menunggu empat jam hingga masa pembuahan udang selesai. Pada pukul tujuh malam dia memeriksa satu-persatu betina. Bila terjadi pembuahan, induk betina segera ia pindahkan ke bak peneluran. “Delapan puluh persen pembuahan biasanya berhasil,” kata Shandy karyawan di Unit Maturasi di Instalasi Pembenihan Udang Balai Budidaya Air Payau Situbondo, Jawa Timur, Selasa 20 Mei 2014.

Kerajinan Bambu Ingin Ekspor Langsung

Dengan sebilah pisau, Santoso menyerut kerangka bambu yang telah dibentuk menjadi tudung wadah kue. Kerangka itu harus lebih ditipiskan lagi supaya bisa menutup wadah dengan sempurna. Hanya perlu sepuluh menit bagi Santoso untuk menyelesaikan proses akhir itu. Jadilah, sebuah wadah kue dari anyaman bambu dengan motif bunga berwarna merah yang cukup indah.