Saturday, May 24, 2014

Saatnya Membelah Durian Merah Banyuwangi

Dua puluh durian itu tertata di meja kayu, dengan menguarkan aroma khasnya yang menusuk. Kulitnya terbuka separuh, sehingga nampak dagingnya yang menggoda: berwarna merah, merah muda, oranye, serta pelangi.

Mohammad Reza Tirtawinata kemudian berkeliling, mencicipi durian-durian itu dengan sendok kecil. Sebelum berpindah ke durian berikutnya, dia meneguk air putih hingga lidahnya netral. Setelah seluruhnya tercicipi, dia kembali menikmati 7 durian yang ia anggap punya citarasa. Direktur Taman Buah Mekarsari Research Station, Bogor itu melumat satu biji untuk menikmati rasa durian sepenuhnya.  

Friday, May 23, 2014

Kilau Devisa Dibalik Cangkang Mutiara

Hasbi memicingkan mata, sambil menyorotkan lampu kecil ke dalam cangkang tiram yang setengah terbuka. Menggunakan sebuah pisau mungil, dia menyayat sedikit tubuh tiram yang lunak. Nampaklah di antara cangkang, sebutir mutiara berkilauan. Mutiara berdiameter 10 milimeter itu kemudian diangkat secara hati-hati menggunakan alat bernama kaikoki.

Setelah mengambil mutiaranya, pria 35 tahun itu mengisi bekas sayatan di tubuh tiram tersebut dengan inti mutiara atau nucleus berukuran 3,2 bhu atau setara 7,36 mm. Tiram-tiram itu akan dimasukkan kembali ke laut hingga masa panen berikutnya 2 tahun mendatang. “Tiram ini baru pertama panen, jadi masih bisa dipakai lagi,” kata teknisi yang sudah 15 tahun bekerja di PT Autore Pearl Culture, perusahaan asal Australia yang bergerak dalam pembudidayaan tiram mutiara.

Friday, May 9, 2014

Manisnya Bertani Manggis

Muchdor berlompatan lincah dari dahan ke dahan pohon manggis setinggi hampir sembilan meter. Membawa sebuah galah yang ujungnya berkantong, dia menggapai buah manggis yang ranum. Beberapa manggis berhasil masuk ke kantong kainnya, tapi tak sedikit pula yang berjatuhan di tanah. "Banyak semutnya," teriak lelaki 50 tahun ini.

Pohon manggis tersebut adalah pohon ke sepuluh yang Muchdor panjat. Selasa siang 14 April itu, dia memperoleh order sebagai juru petik buah manggis di lahan milik pemerintah desa seluas seperempat hektare. Total ada 15 pohon manggis yang telah hidup lebih dari 100 tahun di lahan belakang kantor desa itu.