Tuesday, February 18, 2014

Bersiaga Menghadapi Bencana: Refleksi Ijen dan Raung

Entah untuk berapa kali saya menulis tentang Gunung Ijen. Bukan tentang keindahannya, tapi tentang ancaman bencana di balik danaunya yang berwarna hijau toska. Gunung di persimpangan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso itu masih berstatus Waspada sejak 26 Agustus 2013. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen pun kerap mengingatkan bahwa radius 1 kilometer dari puncak harus steril dari manusia.

Gunung Raung juga berstatus Waspada sejak 5 Januari 2014. Radius 2 kilometer tak boleh didekati manusia. Baik Ijen maupun Raung sama-sama pernah mencapai level Siaga. Aktivitasnya naik-turun, seolah menyimpan energi untuk dilontarkan suatu saat nanti.

Saturday, February 15, 2014

Rumah Sunyi WR Supratman

Saya berdiri terdiam di depan rumah itu. Sekitar 10 menit, hanya bisa memandangi rumah mungil itu dari sudut ke sudut. Pintu dan jendelanya rapat tertutup. Sebuah gembok mengatupkan dua daun pintunya yang berwarna kuning pucat.

Patung pria memegang biola berdiri di terasnya. Seluruh tubuhnya bercat hitam-legam, warna kesunyian. Dia tak asing. Saya menghapal namanya sejak kelas 1 sd: Wage Rudolf Supratman. Saya mengingat nama itu bersamaan dengan menghapal lagu kebangsaan ciptaannya, Indonesia Raya.

Di rumah yang beralamat di Jalan Mangga No 21 Surabaya ini, pada 17 Agustus 1938,  WR. Supratman meninggal. Dia menghembuskan napas terakhirnya dalam usia 35 tahun lantaran sakit. Sejak 2009, Pemerintah Kota Surabaya menjadikan rumah ini sebagai Museum Rumah Wafat WR. Supratman.