Friday, September 28, 2012

KRI Klewang, Dua Tahun Habis Dalam Sekejap



Selama dua jam lebih kobaran api membakar badan KRI Klewang 625. Dua mobil pemadam kebakaran tak mampu menjinakkan api. Sejak terbakar pukul 15.15 WIB hingga 17.30 WIB, 90 persen badan kapal hancur. Yang tersisa hanya rangka bagian belakang kapal, itu pun hangus. "Dua tahun habis dalam sekejap," kata salah satu karyawan PT Lundin Industry Invest, yang enggan menyebut namanya.

KRI Klewang 625 didesain sebagai kapal cepat rudal berlambung tiga (trimaran). Kapal pesanan TNI AL dengan biaya Rp 114 miliar ini diklaim menggunakan teknologi mutakhir berbahan komposit karbon.



Dalam wawancara Tempo dengan Direktur PT Lundin, Lizza Lundin, pertengahan September lalu, teknologi komposit karbon ini baru pertama di Asia. Kelebihannya, kapal lebih ringan dan irit bahan bakar sehingga bisa melesat hingga 30 knot. 

PT Lundin memulai proyek ini pada 2007 dengan melakukan riset ke sejumlah negara. Pembuatannya baru dilakukan pada 2009 dengan biaya APBN 2009 hingga APBN 2011 senilai total Rp 114 miliar. 

Pada 30 Agustus lalu, TNI AL meluncurkan kapal ini di galangan milik PT Lundin di Jalan Lundin No. 1 Kelurahan Sukowidi, Kalipuro. Kapal ini ditarik menuju dermaga milik TNI AL Banyuwangi melalui laut.

Selama September ini, ada sekitar 30 personel TNI AL dari Armada Timur Surabaya dididik di Banyuwangi sebagai calon anak buah kapal itu. Uji coba bersama sedianya akan dilakukan Jumat, 28 September 2012. 

Kapal belum dilengkapi persenjataan. Pemasangan senjata akan dilakukan usai proses serah-terima kapal dari produsen ke TNI AL yang dijadwalkan akhir September ini. 

Namun, sebelum kapal resmi menjadi milik TNI AL, korsleting listrik di dalam kapal memicu kebakaran hebat yang menghanguskan KRI Klewang hingga tak bersisa.

***

PT Lundin Industry Invest, pembuat KRI Klewang 625 yang terbakar, siap membuat kapal kedua dengan spesifikasi yang sama. Pemilik sekaligus Direktur PT Lundin Lizza Lundin berjanji waktu pembuatan KRI Klewang kedua akan lebih cepat. 

"Kapal pertama dibuat dalam 2 tahun. Nanti kapal kedua akan lebih cepat dari itu," kata dia saat jumpa wartawan di kantornya, Sabtu, 29 September 2012.

Menurut Lizza, pembuatan kapal kedua lebih cepat karena seluruh riset sudah dilakukan pada 2007. Pihaknya juga telah memesan seluruh bahan baku dari sejumlah negara untuk membuat kapal kedua.

Seluruh biaya kapal kedua akan ditanggung lembaga asuransi. Namun Lizza enggan menjelaskan lembaga asuransi yang dipakai. Pembuatan kapal kedua akan dimulai setelah hasil penyelidikan diketahui. "Sekarang penyelidikan belum tuntas," katanya.

Lizza menjelaskan, teknologi KRI Klewang didesain tidak mampu terbakar karena dilengkapi sprinkler yang dapat keluar otomatis bila terjadi kebakaran. Hanya saja, pada Jumat kemarin, 28 September 2012, kapal belum selesai seratus persen, termasuk belum terpasang springkel.

Saat proses belum rampung seluruhnya, TNI AL meminta supaya KRI Klewang segera diuji coba pada Jumat sore kemarin. PT Lundin pun segera memasang sejumlah mesin dan listrik dengan mengerahkan 30 teknisi.

Namun nahas, sebelum kapal akhirnya bisa dioperasikan, pada pukul 15.00, api membakar dengan cepat dan menghanguskan seluruh badan kapal. Diduga api muncul karena korsleting saat memasang listrik dari darat menuju kapal.