Investor Jakarta Tertarik Bangun Industri Gula di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, saat ini ada investor baru dari Jakarta yang akan berinvestasi dalam pendirian industri gula di Banyuwangi.

Menurut Bupati Anas, nilai investasi pendirian indsutri gula itu sebesar Rp 1,6 triliun dan akan menyerap tenaga kerja 15 ribu orang. Sayangnya Anas masih merahasiakan nama investor tersebut kepada wartawan. "Nanti kalau sudah mendekati realisasi," kata Bupati Anas, Selasa (22/11).

Bupati Anas menjelaskan pabrik gula itu didatangkan langsung dari Chekoslavia. Namun, pendirian industri gula itu saat ini terkendala lahan karena membutuhkan 3 ribu hingga 5 ribu hektare lahan. Selain untuk bangunan pabrik, lahan tersebut diperuntukkan untuk tanaman tebu. "Pemerintah Banyuwangi memproyeksikan lahan di Kecamatan Glenmore atau Wongsorejo," ujarnya.

Sebelumnya, rencana investasi pabrik gula di Banyuwangi diajukan konsorsium yang melibatkan PT Perkebunan Nusantara X1, PTPN XII, Mitra Tani Sejahtera dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia. Pabrik gula yang rencananya beroperasi 2012 ini akan didirikan di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, dengan kapasitas 100 ribu ton gula per tahun.

Namun menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, dan Peternakan Banyuwangi, Ade Hidayat, tindak lanjut rencana investasi Konsorsium itu sejak 2008 lalu hingga kini tidak jelas. Karena itu, menurut dia, Pemerintah Banyuwangi masih membuka diri bagi investor lain yang ingin mendirikan industri gula. "Siapa yang paling siap itulah yang kita terima," kata dia kepada wartawan. IKA NINGTYAS
Labels: | edit post