Friday, October 1, 2010

Tradisi Mocoan Lontar Telah Terwarisi.....


Dua puluh enam lelaki itu duduk bersila. Mereka memakai baju koko, sarung, dan kopyah. Lelaki yang lebih muda berpakaian koko warna kuning cerah, sedangkan warna putih dipakai mereka yang berusia tua.

Tepat jam 8 malam, mereka mulai menembangkan bait-bait Lontar Yusuf secara bergantiaan. Di depan mereka sebuah kitab bertuliskan huruf arab dengan bahasa Jawa kuno. Mereka menembangkan dengan cengkok khas Using, Banyuwangi. Para lelaki itu harus menyelesaikan seluruh tembang hingga menjelang fajar.