Yuk, Berkaraoke...
10:40
Dulu, saat masih pakai seragam sekolah, aku paling sebel mendengar Ayah berkaraoke. Selain berisik, kesannya seperti genit. Ayah memang hobi karaoke. Dia membeli seperangkat VCD Player berikut CD-CD bajakan, serta dua buah sound system sederhana hasil rakitan sendiri. Lagu favoritnya, nostalgia. Pantas memang dengan usia Ayah yang saat itu sudah 40-an.
Setiap kali mendengar Ayah berkaraoke aku langsung pasang wajah cemberut. Ayah tak pernah perduli. Karena, katanya, perasaannya jadi bahagia dengan menyanyi.
Demikian juga, dua bulanan lalu, saat beberapa teman mengajakku berkaraoke. Kebetulan ada tempat karaoke baru yang belum lama bercokol. Aku langsung ogah. Selain tak suka karaoke, mendengar tempat karaoke saja langsung muncul macam-macam 'kepercayaan' dalam otakku. Bukankah tempat karaoke selalu identik dengan tempat mesum dan mabuk-mabukkan? Ya, biar selamat, maka kutolaklah berbagai ajakan itu.
Kebetulan aku bertemu salah seorang kawan pula, yang kukenal alim. Dia punya hobi baru yang bikin aku kaget, karaoke. Dia berkomentar, "Awalnya aku juga nolak. Tapi setelah nyoba, asem, sekarang jadi kecanduan." Aku jadi berpikir, sedasyat itukah dampaknya.
Entahlah, setan mana yang meracuki otakku sore itu (lupa kapan tepatnya). Ketika, seorang teman kembali kirim SMS, yang intinya mengajakku karaoke. Kakiku langsung menuju NAV, di Jalan MH Thamrin. Room Satu. Saat kumasuk, sudah ada empat kawan di dalamnya. Salah satu kawan, mengajak juga istrinya. Di luar dugaan, tiga jam berkaraoke ternyata habis oleh lagu-lagu yang kunyanyikan. Hahaha. Seorang teman jadi sewot, lalu berujar "Kemaruk!". Entahlah, bagaimana hancurnya suaraku tapi puas berteriak. Yang penting, tanpa minuman keras, tanpa adegan mesum.
Sejak itu, teman-teman menjulukiku ratu karaoke. Dalam seminggu aku bisa pergi tiga hingga empat kali. Apalagi kalau ada bandar yang mengongkosi. Tapi kalau pun tak ada bandar, kita rela pakai uang bantingan alias iuran. Maklum, mahalnya bukan kepalang. Paling murah Rp 21 ribu perjam. Belum pajak ini itu.
##
Saya akhirnya menjadi tahu, kalau bangsa Jepang-lah yang pertama mengenalkan karaoke hingga akhirnya mendunia. Karaoke berasal dari bahasa jepang yaitu Kara (kosong) dan Okesutora (orkestra) yang artinya orkestra tanpa vokal. Atau pengertiaan lain, sebuah bentuk hiburan di mana seseorang menyanyi diiringi dengan musik video dan teks lirik yang ditunjukkan pada sebuah layar.
Kalau merujuk pada Wikipidia, karaoke yang sangat mem-booming di dunia pada saat ini ditemukan pertama kali oleh seorang warganegara Jepang yang bernama Daisuke Inoue, pada tahun 1971 di kota Kobe. Namun sayang penemuannya yang penting ini tidak dia patenkan sehingga akhirnya hak paten atas system karaoke dimiliki oleh Roberto del Rosario seorang pengusaha Filipina pada tahun 1986, setelah selama tiga tahun dia berjuang di pengadilan melawan perusahaan-perusahaan Jepang. System karaoke yang dipatenkan atas nama Roberto del Rosario disebut dengan Minus-one.
Walaupun begitu dunia tetap mencatat Daisuke Inoue sebagai pencipta dari karaoke dengan cara memberikannya sebuah Nobel Perdamaian pada tahun 2004 dengan alasan bahwa penemuannya yaitu karaoke telah memberikan suatu cara yang benar-benar baru dalam hal seseorang belajar bertoleransi kepada orang lain.
Di Indonesia sendiri belum jelas kapan karaoke ini mulai masuk. Yang pasti awalnya karaoke identik dengan hiburan di klub-klub malam. Itulah yang membuat karaoke selalu berkonotasi negatif. Tapi anggapan ini mulai luntur, dengan menjamurnya waralaba karaoke yang menyediakan sarana karaoke keluarga.
##
Nah, bagi Anda yang memiliki hobi karaoke seperti saya, selamat, berarti Anda punya cara murah untuk tetap sehat. Dengan karaoke terbukti efektif menghilangkan stress dan memicu perasaan positif. Saya mengutip artikel di Banjarmasin Post mengenai efek positif berkaraoke ini:
1. Menjadikan Pernapasan Lebih Baik
Saat bernyanyi Anda menggunakan seluruh tubuh untuk bernapas dengan lebih santai. Otot diafgragma akan melengkung ke bawah, paru-paru mengembang lebih lengkap. Otot perut yang lebih santai memungkinkan tubuh bernaps lebih aktif dan sehat.
2. Mengoksidasi darah
Ketika Anda menggunakan seluruh tubuh untuk bernapas, volume oksigen yang mengaliri seluruh tubuh akan makin besar. Sel-sel tubuh yang dialiri oksigen berfungsi lebih baik dan menciptakan energi baru bagi pemiliknya.
3. Merangsang aktivitas otak
Bernyanyi memerlukan pemikiran. Saat bernyanyi, Anda perlu mengikuti lirik, melodi dan irama, serta kata-kata yang menghubungkannya dengan emosi. Saat bernyanyi udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian neuron yang mengintegrasikan aktivitas fisik, emosional dan psikologis untuk merasa gembira.
4. Melepaskan hormon bahagia
Hormon endorfin yang dikeluarkan saat bernyanyi bermanfaat menciptakan rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf dan fisik. Suara indah Anda tidak hanya akan menghibur orang lain tetapi menciptakan rasa damai dan kebahagiaan.
5. Mengurangi stres
Ketika Anda merasa senang, tingkat stres menurun. Endorfin membantu mengurangi stres dan gelisah. Saat menyanyikan sebuah lagu dengan perasaan mendalam, tubuh bernapas lebih dalam dan memperlambat denyut jantung serta mengurangi kecemasan berlebihan. Saat stres, buang kepenatan dengan menyanyikan lagu-lagu kesukaan dan bergembiralah.
6. Membangun kepercayaan diri
Jika berbicara di depan umum masih merupakan ketakutan utama Anda, mulailah dengan bernyanyi di karaoke dengan sahabat dan orang terdekat. Bernyanyi membangun rasa percaya diri karena Anda menjadi orang yang sangat terbuka. Bila Anda telah berani berbagi suara dan musik, Anda akan lebih mudah mengatasi ketakutan Anda.
7. Meningkatkan memori
Bernyanyi membuat Anda sedikitnya harus membaca atau menghafal saat mempelajari melodi baru, lirik dan musik kompleks. Cara ini bagus merangsang wilayah otak yang terlibat dengan memori, belajar dan konsentrasi.
8. Meningkatkan kreativitas
Saat Anda membangun rasa percaya diri dan merangsang jiwa seni dengan bernyanyi secara bersamaan Anda juga menumbuhkan jiwa kreatif Anda. Anda akan keluar dari kotak dan menjadi seorang produktif dan inovatif.
9. Menciptakan suara yang bertenaga
Profesi pembicara, presenter, guru, pendeta atau dalam bisnis terkait penjualan akan mendapatkan keuntungan dari belajar menyanyi. Suara merupakan instrumen penting. Bernyanyi memberi Anda keahlian berbicara dengan suara bertenaga, kuat dan percaya diri yang terpancar dari suara. Semua manfaat itu bisa dirasakan dari teknik menyanyi yang benar.
10. Membuat Anda merasa fantastis
Bernyanyi menjadikan Anda memiliki rasa percaya diri, memegang kendali, lebih hidup secara fisik dan kreatif. Sehingga secara mental, fisik dan emosional Anda akan merasa sangat senang dan fantastis.
Banyuwangi, 9 April 2010
Setiap kali mendengar Ayah berkaraoke aku langsung pasang wajah cemberut. Ayah tak pernah perduli. Karena, katanya, perasaannya jadi bahagia dengan menyanyi.
Demikian juga, dua bulanan lalu, saat beberapa teman mengajakku berkaraoke. Kebetulan ada tempat karaoke baru yang belum lama bercokol. Aku langsung ogah. Selain tak suka karaoke, mendengar tempat karaoke saja langsung muncul macam-macam 'kepercayaan' dalam otakku. Bukankah tempat karaoke selalu identik dengan tempat mesum dan mabuk-mabukkan? Ya, biar selamat, maka kutolaklah berbagai ajakan itu.
Kebetulan aku bertemu salah seorang kawan pula, yang kukenal alim. Dia punya hobi baru yang bikin aku kaget, karaoke. Dia berkomentar, "Awalnya aku juga nolak. Tapi setelah nyoba, asem, sekarang jadi kecanduan." Aku jadi berpikir, sedasyat itukah dampaknya.
Entahlah, setan mana yang meracuki otakku sore itu (lupa kapan tepatnya). Ketika, seorang teman kembali kirim SMS, yang intinya mengajakku karaoke. Kakiku langsung menuju NAV, di Jalan MH Thamrin. Room Satu. Saat kumasuk, sudah ada empat kawan di dalamnya. Salah satu kawan, mengajak juga istrinya. Di luar dugaan, tiga jam berkaraoke ternyata habis oleh lagu-lagu yang kunyanyikan. Hahaha. Seorang teman jadi sewot, lalu berujar "Kemaruk!". Entahlah, bagaimana hancurnya suaraku tapi puas berteriak. Yang penting, tanpa minuman keras, tanpa adegan mesum.
Sejak itu, teman-teman menjulukiku ratu karaoke. Dalam seminggu aku bisa pergi tiga hingga empat kali. Apalagi kalau ada bandar yang mengongkosi. Tapi kalau pun tak ada bandar, kita rela pakai uang bantingan alias iuran. Maklum, mahalnya bukan kepalang. Paling murah Rp 21 ribu perjam. Belum pajak ini itu.
##
Saya akhirnya menjadi tahu, kalau bangsa Jepang-lah yang pertama mengenalkan karaoke hingga akhirnya mendunia. Karaoke berasal dari bahasa jepang yaitu Kara (kosong) dan Okesutora (orkestra) yang artinya orkestra tanpa vokal. Atau pengertiaan lain, sebuah bentuk hiburan di mana seseorang menyanyi diiringi dengan musik video dan teks lirik yang ditunjukkan pada sebuah layar.
Kalau merujuk pada Wikipidia, karaoke yang sangat mem-booming di dunia pada saat ini ditemukan pertama kali oleh seorang warganegara Jepang yang bernama Daisuke Inoue, pada tahun 1971 di kota Kobe. Namun sayang penemuannya yang penting ini tidak dia patenkan sehingga akhirnya hak paten atas system karaoke dimiliki oleh Roberto del Rosario seorang pengusaha Filipina pada tahun 1986, setelah selama tiga tahun dia berjuang di pengadilan melawan perusahaan-perusahaan Jepang. System karaoke yang dipatenkan atas nama Roberto del Rosario disebut dengan Minus-one.
Walaupun begitu dunia tetap mencatat Daisuke Inoue sebagai pencipta dari karaoke dengan cara memberikannya sebuah Nobel Perdamaian pada tahun 2004 dengan alasan bahwa penemuannya yaitu karaoke telah memberikan suatu cara yang benar-benar baru dalam hal seseorang belajar bertoleransi kepada orang lain.
Di Indonesia sendiri belum jelas kapan karaoke ini mulai masuk. Yang pasti awalnya karaoke identik dengan hiburan di klub-klub malam. Itulah yang membuat karaoke selalu berkonotasi negatif. Tapi anggapan ini mulai luntur, dengan menjamurnya waralaba karaoke yang menyediakan sarana karaoke keluarga.
##
Nah, bagi Anda yang memiliki hobi karaoke seperti saya, selamat, berarti Anda punya cara murah untuk tetap sehat. Dengan karaoke terbukti efektif menghilangkan stress dan memicu perasaan positif. Saya mengutip artikel di Banjarmasin Post mengenai efek positif berkaraoke ini:
1. Menjadikan Pernapasan Lebih Baik
Saat bernyanyi Anda menggunakan seluruh tubuh untuk bernapas dengan lebih santai. Otot diafgragma akan melengkung ke bawah, paru-paru mengembang lebih lengkap. Otot perut yang lebih santai memungkinkan tubuh bernaps lebih aktif dan sehat.
2. Mengoksidasi darah
Ketika Anda menggunakan seluruh tubuh untuk bernapas, volume oksigen yang mengaliri seluruh tubuh akan makin besar. Sel-sel tubuh yang dialiri oksigen berfungsi lebih baik dan menciptakan energi baru bagi pemiliknya.
3. Merangsang aktivitas otak
Bernyanyi memerlukan pemikiran. Saat bernyanyi, Anda perlu mengikuti lirik, melodi dan irama, serta kata-kata yang menghubungkannya dengan emosi. Saat bernyanyi udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian neuron yang mengintegrasikan aktivitas fisik, emosional dan psikologis untuk merasa gembira.
4. Melepaskan hormon bahagia
Hormon endorfin yang dikeluarkan saat bernyanyi bermanfaat menciptakan rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf dan fisik. Suara indah Anda tidak hanya akan menghibur orang lain tetapi menciptakan rasa damai dan kebahagiaan.
5. Mengurangi stres
Ketika Anda merasa senang, tingkat stres menurun. Endorfin membantu mengurangi stres dan gelisah. Saat menyanyikan sebuah lagu dengan perasaan mendalam, tubuh bernapas lebih dalam dan memperlambat denyut jantung serta mengurangi kecemasan berlebihan. Saat stres, buang kepenatan dengan menyanyikan lagu-lagu kesukaan dan bergembiralah.
6. Membangun kepercayaan diri
Jika berbicara di depan umum masih merupakan ketakutan utama Anda, mulailah dengan bernyanyi di karaoke dengan sahabat dan orang terdekat. Bernyanyi membangun rasa percaya diri karena Anda menjadi orang yang sangat terbuka. Bila Anda telah berani berbagi suara dan musik, Anda akan lebih mudah mengatasi ketakutan Anda.
7. Meningkatkan memori
Bernyanyi membuat Anda sedikitnya harus membaca atau menghafal saat mempelajari melodi baru, lirik dan musik kompleks. Cara ini bagus merangsang wilayah otak yang terlibat dengan memori, belajar dan konsentrasi.
8. Meningkatkan kreativitas
Saat Anda membangun rasa percaya diri dan merangsang jiwa seni dengan bernyanyi secara bersamaan Anda juga menumbuhkan jiwa kreatif Anda. Anda akan keluar dari kotak dan menjadi seorang produktif dan inovatif.
9. Menciptakan suara yang bertenaga
Profesi pembicara, presenter, guru, pendeta atau dalam bisnis terkait penjualan akan mendapatkan keuntungan dari belajar menyanyi. Suara merupakan instrumen penting. Bernyanyi memberi Anda keahlian berbicara dengan suara bertenaga, kuat dan percaya diri yang terpancar dari suara. Semua manfaat itu bisa dirasakan dari teknik menyanyi yang benar.
10. Membuat Anda merasa fantastis
Bernyanyi menjadikan Anda memiliki rasa percaya diri, memegang kendali, lebih hidup secara fisik dan kreatif. Sehingga secara mental, fisik dan emosional Anda akan merasa sangat senang dan fantastis.
Banyuwangi, 9 April 2010