Wednesday, April 1, 2009

Saat Jurnalis Jadi Tukang Bor


Eko Budi Setianto tengah asyik nonton sinetron bersama istri dan tiga anaknya saat telepon selulernya berkedip-kedip. Nama bos muncul di layar. Mau tak mau ia harus menjawab. Lelaki 46 tahun itu kemudian beranjak dari kursi ke halaman rumah menghindari suara televisi yang ribut.

“Tolong berita tambang emasnya diblow up lagi lebih keras. PT Indo tidak konsisten,” kata Budi menirukan perintah penelpon yang tak lain Pimpinan Redaksi Surabaya Pagi, Gatot Bibit Bibiyono. Budi hanya menjawab, “Oke, Pak. Saya usahakan,”